"Kami sudah lakukan (pemeriksaan) secara berlapis. Tetapi berbagai hal mereka lakukan (menyembunyikan flare) akhirnya ada yang lolos. Namun bobotoh tidak bisa menggunakan secara utuh karena tetap dilakukan pengawasan. Jadi, alhamdulillah, secara umum pelaksanaan pengamanan berlangsung baik. Kami evaluasi secara umum sangat kondusif," ujar dia.
Ke depan, tutur Kabid Humas Polda Jabar, sistem pengamanan tersebut akan kembali digunakan di pertandingan yang bakal digelar di Kota Bandung. Penjualan tiket pun tidak akan lagi dilakukan secara offline, tetapi online.
"Pengamanan disusun sedemikian rupa dengan sistem berlapis sehingga tidak ada penonton lain atau masyarakat yang datang ke stadion tanpa tiket. Calo yang ada di jalan itu merupakan upaya penipuan sehingga kami bisa menindak tegas terhadap mereka yang menjual tiket di tempat," tutur Kabid Humas.
Diberitakan sebelumnya, Karo Ops Polda Jabar Kombes Pol Budi Wasono mengatakan, berdasarkan Peratuan Polisi (Perpol) Nomor 10 tahun 2022, polisi menjaga zona ring 2, 3, dan 4 atau di luar stadion.
Zona ring 1 atau di dalam stadion, kata Karo Ops Polda Jabar, menjadi kewenangan dan tanggung jawab panpel pertandingan. Di dalam stadion tidak boleh ada polisi. Untuk mengamankan pertandingan, panpel menyiagakan 500 petugas di dalam stadion.
Total sebanyak 1.700 personel Polda Jabar dan Polrestabes Bandung Bandung dikerahkan untuk mengamankan laga Persib versus (vs) Persija di Stadion GBLA Kota Bandung pada Rabu 11 Januari 2023.