Perempuan berambut pirang panjang menggenakan sweater cokelat itu terlihat seperti tertekan, bahkan menyebutkan tak bisa berbicara kencang karena takut ketahuan.
Di akhir percakapan, Vivi menyebutkan penyekapnya itu meminta uang tebusan puluhan juta kalau ingin pulang.
"Tolong pak!, bantu saya. Saya ingin pulang. Saya bisa pulang tapi harus membayar uang tebusan sebesar Rp66 juta," ujarnya.
Sementara itu, salah satu keluarga korban yang juga kakak korban Dera (36) mengungkapkan, adiknya baru 1 bulan bekerja di sebuah Hotel di Kamboja dan mengaku tak betah.
"Awalnya berangkat dari sana dikasih tiket dan diiming-imingi kerja di hotel. Namun baru sebulan bekerja katanya tidak betah. Sehingga disekap karena masih terikat kontrak, kalau mau pulang harus membayar uang tebusan," tuturnya.
Selain itu, kepada keluarga korban mengirimkan lokasi penyekapannya di Mess Pelangi Preah Shinauk Kota Sihanoukville, Kamboja.
"Sampai saat ini pihak keluarga masih terus komunikasi dan berusaha untuk membayar uang tebusan sebesar Rp66 juta. Namun pihak keluarga baru bisa mengumpulkan Rp30 juta dan kami memohon semoga pemerintah bisa membantu memulangkan adik saya dari Kamboja," ucapnya.