Kang Emil juga menjelaskan, bahwa Jabar menjadi provinsi pengekspor terbesar dengan nilai mengapa 15,71 miliar dolar AS atau 13,67 persen secara nasional. Selain itu, di triwulan kedua ini, nilai ekspor Jabar sudah mencapai 19,23 miliar dolar AS dan sukses meraih juara satu tingkat nasional.
"Kami menyelaraskan pembangunan baik di desa, maupun di kota melalui berbagai aspek dengan berkolaborasi dan saling mengisi, sehingga kita bisa mengurangi ketimpangan," ujar Gubernur Jabar.
Kang Emil menurutkan, Pemprov Jabar terus mengoptimalkan pembangunan perdesaan dengan memanfaatkan teknologi digital melalui Program Desa Digital untuk membantu pengembangan potensi desa-desa di Jabar.
"Jabar memiliki program Desa Digital, membantu memaksimalkan desa-desa dalam penguasaan digital, sehingga masyarakat desa dapat memanfaatkan teknologi digital secara inklusif," tutur Kang Emil.
Peningkatan ini terlihat dari progesivitas kinerja Pemprov Jabar dari tahun ke tahun yang menunjukkan peningkatan, seperti tidak ada lagi desa tertinggal di Jabar.