Perajin Tahu dan Tempe di Tasikmalaya Sweeping Pasar, Pedagang Dipaksa Pulang

Asep Juhariyono
Anggota P3TT Kota Tasikmalaya menggelar aksi sweeping pedagang tahu dan tempe di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya. (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

Sempat terjadi ketegangan antara pedagang tahu yang nekat berjualan dengan peserta sweeping. Akhirnya setelah diberi penjelasan, pedagang tahu tersebut terpaksa membawa pulang kembali dagangannya yang sudah dipesan oleh pelanggan. "Tahu ini sudah dipesan. Tapi ya sudah lah," kata Yusuf.

Sekretaris P3TT Kota Tasikmalaya Imin Muslimin mengatakan, aksi mogok beroperasi dan berjualan ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada pemerintah menyusul terus melambungnya harga kedelai.

"Kondisi itu memberatkan produsen tahu dan tempe. Kami mendesak pemerintah menstabilkan harga kedelai dan mengizinkan produsen serta pedagang menaikkan harga jual," kata Imin.

Di Kota Tasikmalaya, ujar Imin, harga kedelai mencapai Rp11.000 per kilogram (kg). Sebelumnya, harga kedelai hanya Rp7.000 per kg. "Dengan kondisi tersebut, para produsen dan pedagang kelimpungan. Pasalnya, kami tak bisa menjual tahu dengan harga tinggi. Sementara ongkos produksi melambung," ujar Imin.

Rencananya, anggota P3TT Kota Tasikmalaya akan kembali melakukan aksi mogok massal lebih lama jika pemerintah tidak bisa menstabilkan harga kedelai yang saat ini melambung tinggi.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perajin Mogok Produksi, Pedagang di Lembang Jual Stok Tahu dan Tempe Tersisa

57 tahun lalu

Perajin Tahu Mogok, Disdagin Kota Bandung: Kenaikan Harga Kedelai Terjadi Secara Global

57 tahun lalu

Di Daerah Lain Aksi Mogok, Pedagang Tahu Tempe di Majalengka Tetap Berjualan

57 tahun lalu

Perajin Tahu Tempe di Jabar Mogok Produksi 3 Hari Mulai Besok

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Pangandaran, Berkekuatan Magnitudo 4,2

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal