Perajin Layangan Legendaris Kabupaten Bandung, Tetap Semangat meski di Usia Senja

Gin Gin Tigin Ginulur
Atay, berfoto bersama layang-layang buatannya. (Foto: iNews.id/Gin gin Tigin Ginulur)

"Sekarang kebanyakan membuat layang-layang jabrugan (layang-layang biasa buat anak-anak). Tapi tetap bikin layang-layang spesial untuk diadu," kata Atay saat ditemui di tempat produksinya, Rabu (11/10/2023).

Menurut Atay, perbedaan antara layang-layang biasa dengan adu terletak pada kerangka. Kualitas kerangka layang-layang adu, kata dia, lebih baik dari yang biasa.

"Kalau layangan adu kualitasnya lebih bagus. Ukurannya sih sama. Layang-layang adu rangkanya rata, jarang ada yang berat sebelah," ujar Atay.

Atay mengaku memulai usaha pembuatan layang-layang sejak tahun 1970-an. Awalnya, dia bekerja sebagai penjahit. Karena hobi, Atay pun beralih profesi menjadi perajin layang-layang.

"Dulu suka main layang-layang di Pasar Baru sekitar tahun 70-80-an. Waktu itu Pasar Baru belum dibangun. Banyak yang main layang-layang di atasnya," kata Atay.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cerita Koh Akiat, Juara Dunia 3 Kali dengan Main Layangan

57 tahun lalu

Tragis! Ambil Layang-Layang di Atap Gedung, Bocah di Jember Tewas Tersengat Listrik

57 tahun lalu

Whoosh Sempat Terhenti Akibat Layang-Layang, KCIC Imbau Warga Tak Bermain di Jalur Rel

57 tahun lalu

Perajin Kostum Karnaval di Tuban Mengeluh, Agustus Tahun Ini Sepi Pesanan

57 tahun lalu

Banjir Pesanan Lampion Jelang HUT RI, Perajin di Malang Raup Cuan Puluhan Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal