“Nanti saya siapkan tim yang biasa menangani sampah. Pohon di depan itu jangan ditebang, dirapikan saja. Pemahaman harus diubah tidak berarti pohon besar itu berhantu, tapi pohon itu justru menahan longsor, menyimpan air, menghasilkan oksigen,” ujar Kang Dedi.
Selain di lantai satu, Kang Dedi juga naik ke lantai atas dan menemukan tiga ekor anjing milik d Wayan yang tak terurus karena ditinggalkan. Kang Dedi pun meminta izin untuk membawanya ke petshop untuk dibersihkan dan sementara dirawat di Lembur Pakuan hingga dr Wayan memintanya kembali.
Saat kembali turun ke lantai satu Kang Dedi sempat terperosok karena salah satu tangga patah. Beruntung tak terjadi insiden mengkhawatirkan.
Kang Dedi menilai Wayan sosok dokter yang mengabdi dengan tulus. Terbukti banyak warga yang berharap Wayan bisa kembali dan mengabdikan diri kepada warga. Sehingga ia berharap Wayan bisa kembali karena banyak warga yang rindu dan cinta terhadapnya.
“Pada Pak Wayan, warga desa sini merasa kehilangan bapak. Pada saudaranya izinkan Pak Wayan untuk kembali ke sini nanti kita bareng-bareng beresin rumahnya,” ujar Kang Dedi Mulyadi.
Selama ini warga sekitar merasa terbantu oleh dr Wayan sebagai dokter. Selain ramah dan selalu senyum, dr Wayan dikenal sebagai dokter yang membuat racikan obat sendiri dan ampuh mengobati penyakit yang dikeluhkan pasien.
“Kami kehilangan Pak Wayan. Sedih lah. Beliau orangnya baik, gak pasang tarif. Dokter biasa kasih resep tebus ke apotek. Kalau Pak Wayan itu dia racik sendiri. Paling mahal waktu itu pernah saya periksa plus obat hanya Rp60.000,” kata seorang pemuda tetangga dr Wayan.