Penjual Sandal di Kaki Gunung Salak Bogor Ini Bangun dari Keterpurukan Berkat KUR BRI

Andri Bagus Syaeful
Penjual sandal di Kabupaten Bogor, Ida Farida bangun dari keterpurukan berkat KUR BRI. (Foto: MPI)

BOGOR, iNews.id – Keterbatasan modal kerap dialami pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sehingga susah berkembang. Hal itu pula yang dialami Ida Farida, penjual sandal asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ida sebenarnya terjun dalam dunia usaha sandal tidak dari awal karena meneruskan yang sebelumnya dijalani oleh sang ibunya. Pasalnya, dia pada 2017 baru memegang kendali usaha itu setelah belasan tahun berjalan.

"Ibu fokus berjualan pakaian dan saya meneruskan usaha sandal," kata Ida kepada iNews, belum lama ini.

Usahanya yang berada di kaki Gunung Salak itu, yakni di Pasar Senen, Pamijahan, Kabupaten Bogor, sempat terkendala modal saat satu tahun awal saat dirinya ambil alih. 

Oleh karena itu, dia mencari solusi dan akhirnya memanfaatkan KUR BRI karena bunganya tidak memberatkan pelaku UMKM.

Baginya, terjun dalam dunia usaha memang tidak mudah apalagi sudah tinggal meneruskan. Jadi, dia harus berusaha usahanya dapat bertahan dan sebaiknya dapat maju untuk membuat orang tua bangga. "2018 baru pinjam KUR BRI. Itu untuk tambahan modal usaha," katanya.

Ida pun cukup senang usahanya dapat bertahan dan malah makin berkembang dengan tambahan modal dari program tersebut. Saat ini pun dia sudah beberapa kali memanfaatkan KUR BRI. "Saat sudah empat kali pinjam KUR," katanya.

Penjual sandal di Bogor, Ida Farida. (Foto: MPI)

Membeli Aset

Bisnis penjualan sandal Ida pun semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Bahkan, penjualan sandalnya bisa mencapai ratusan pasang dalam sehari pada bulan tertentu. 

“Kalau sepi, minimal ada 10 pasang yang terjual. Harga mulai Rp5.000 (untuk kaos kaki) sampai dengan Rp200.000 (sandal dan sepatu)," ujarnya.

Ida pun mampu membeli ruko untuk membangun usaha lainnya. Tentunya dia pun senang kerja kerasnya membuahkan hasil manis meskipun tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Beli ruko untuk usaha bengkel yang kini dikelola oleh suami," ucapnya.

Saat ini dia pun mampu mempekerjakan dua orang karyawan untuk menjalankan usahanya itu. Dia pun berharap usahanya makin berkembang dan dan membuka lapangan pekerjaan lagi. "Pasti ingin lebih maju lagi. Terpenting saat ini terus bertahan (usaha sandal)," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sapi Kurban Mengamuk Masuk Minimarket di Bogor, Kejar Warga hingga Rusak Kendaraan

57 tahun lalu

Tegas! Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tolak Buka Tambang Parungpanjang

57 tahun lalu

BRI Bangkitkan Ekonomi Perempuan dan Bawa Tenun Lurik Jangkau Pasar Lebih Luas

57 tahun lalu

Capai 100 Ekor, Ini Kisah UMKM Susu Kambing Ras Farm Tumbuh Pesat berkat KUR BRI

57 tahun lalu

Polda Sumsel Bongkar Pabrik Miras Oplosan Skala Besar di Banyuasin, 4 Orang Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal