Penampilan oknum tersebut cukup meyakinkan karena menggunakan seragam mirip aparatur sipil negara (ASN) namun ditutupi jaket. Hanya saja warga curiga karena oknum tidak dikenal itu mengatakan untuk tidak melapor ke pihak RT dan RW setempat.
"Sehubungan korban seperti dihipnotis. Jadi tidak ada foto pelaku dan ciri-cirinya. Hanya menggunakan celana coklat ASN dan jaket. Sekarang pelaku sedang dicari," sambung pesan tersebut.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2KBP3A) Kota Cimahi Guntur Priambada mengakui telah menerima informasi penipuan tersebut.
Guntur memastikan penipu tersebut bukan petugas resmi dari Pemkot Cimahi. Sebab, petugas dari Dinsos P2KBP3A Kota Cimahi ketika akan terjun ke masyarakat selalu dilengkapi dengan surat tugas dan kebanyakan sudah dikenali.
Apalagi terkait rencana pemberian bantuan. "Petugas itu dijamin bukan dari pemerintahan kota apalagi dari Dinsos. Kalau ada petugas kami pasti membawa surat tugas dan kebanyakan sudah dikenal oleh warga, karena pasti konfirmasi dulu ke kecamatan dan kelurahan," kata Guntur.
Selain itu, ujar dia, tidak ada pemungutan biaya sepeser pun dari pemerintah untuk pemberian bantuan. Sehingga apa yang dilakukan oknum tersebut sangatlah tidak dibenarkan.
Dia pun meminta masyarakat agar lebih waspada, tidak mudah percaya, dan kenali petugas di lapangan. "Kalau ada yang melakukan pungutan untuk dapat bantuan laporkan ke kami dengan bukti foto, supaya clear," ujarnya.