Penanganan TPPO Kejahatan Kemanusiaan, BP2MI Butuh Kolaborasi Antarlembaga 

Agung Bakti Sarasa
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika Nomor 81, Kota Bandung, Senin (24/7/2023). (Foto: iNews.id/Agung Bakti Sarasa)

Sebab menurutnya, jika setiap lembaga berjalan sendiri, maka setiap kasus TPPO tidak akan bisa diselesaikan. Karena itu, perlunya kolaborasi untuk membangun sebuah chemistry.

"BP2MI ini bertemu dengan kejaksaan se-Jawa Barat, temen-temen Polda se-Jawa Barat, dengan Polres-polresnya. Ini kan bagus untuk membangun chemistry karena jika masing-masing lembaga memiliki ego dan itu yang dikedepankan, maka tidak akan ada pencapaian atas apa yang ingin kita wujudkan," katanya.

"Ini langkah baik dan mudah-mudahan bisa diikuti juga oleh temen temen penegak hukum dan beberapa stakeholder di daerah lain," katanya.

Di sisi lain, pihaknya pun mengapresiasi langkah kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Sebab menurutnya, peluang kerja di luar negeri terbuka luas.

Diketahui, dalam FGD tersebut, BMP2I juga menandatangani kerja sama (MoU) dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) terkait penyiapan CPMI.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus TPPO Penjualan Ginjal ke Kamboja, Ketua DPR: Tindakan Kriminal yang Tak Dapat Ditoleransi

57 tahun lalu

Pilu! Begini Pengakuan Gadis Indramayu Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di China

57 tahun lalu

Kronologi Gadis Indramayu Jadi Korban TPPO di China, Dijanjikan Kerja Restoran

57 tahun lalu

Pilu! Gadis Indramayu Korban TPPO di China, Dipaksa jadi Pengantin Pesanan

57 tahun lalu

Polda Kepri Ungkap Dugaan TPPO, Pasutri di Banyuwangi Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal