Penanganan Combatan ISIS, Ini Kata Dosen Unpad Bandung

Arif Budianto
Indonesia mempunyai cara berbeda dalam penanganan combatan ISIS yang berbeda dengan negara lain. (Foto: Ilustrasi)

Kebijakan Indonesia yang “lunak” terhadap eks-pejuang ISIS justru mengajak dunia untuk memahami hakikat teroris. Arfin menegaskan, tidak ada seorang pun yang ingin terlahir ke dunia sebagai teroris, sehingga orang menjadi teroris adalah sebuah keterpaksaan.

“Tidak ada orang yang menjadi pilihan, sehingga untuk mencegah terorisme lebih baik cegah di akarnya ketimbang batangnya atau daunnya,” kata Arfin.

Arfin berpendapat bahwa pencegahan secara akar dinilai lebih efektif untuk mencegah terorisme. Sayangnya, saat ini, penanggulangan terorisme masih bersifat tradisional atau cenderung menggunakan pendekatan militer. “Tidak ada ujungnya dan hasilnya akan seperti itu,” kata Arfin.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Anggota NII KW 9 dan 7 Diduga Masih Ada di Ponpes Al Zaytun Indramayu

57 tahun lalu

Terduga Teroris yang Ditangkap di Solo Jaringan JAD Berafiliasi dengan ISIS

57 tahun lalu

2 Napiter Rutan Polda Metro Jaya Ditempatkan di Kamar Mapenaling LPP Semarang

57 tahun lalu

Kisah Eks Tokoh JI, Bebas dari Nusakambangan Digandeng Densus 88 Edukasi Bahaya Terorisme

57 tahun lalu

Tersiar Kabar Polisi di Cirebon Diduga Terlibat Terorisme, Ini Kata Polda Jabar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal