BANDUNG, iNews.id - Calon penumpang mulai memadati Terminal Bus Cicaheum, Kota Bandung, Minggu (24/2021). Mereka nekat pulang kampung dengan tujuan mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, meski mudik dilarang pemerintah.
Mereka pun memilih pulang kampung lebih dini karena untuk menghindari lonjakan harga tiket yang bisa mencapai dua kali lipat. Alasannya, dengan mudik lebih awal, harga tiket masih cukup murah. Selain itu, jika mudik setelah tanggal 6 Mei, khawatir tidak ada armada umum yang beroperasi.
"Kenapa mudik meski dilarang, sedangkan mal, pasar dan tempat wisata boleh buka. Kami juga bisa kok menerapkan social distancing selama dalam perjalanan," kata Tuti Wibowo, seorang pemudik tujuan Purwodadi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Minggu (25/4/2021).
Dia juga mengetahui bahwa larangan mudik diperpanjang sejak tanggal 22 April 2021, namun hal itu tidak menghalanginya untuk tetap berlebaran bersama sanak saudaranya di kampung. Sehingga untuk saat ini menjadi waktu yang tepat, dia bersama anaknya untuk pulang kampung, sedangkan suaminya akan menyusul ketika sudah mendekati waktu Idul Fitri. "Suaminya kan masih kerja belum libur, jadi dia nyusul," ujarnya.
Di bagian lain, Komandan Regu terminal Cicaheum, Dinas Perhubungan Kota Bandung, Erwyn Herlyana, menyebutkan, jumlah penumpang tujuan ke timur, seperti Jawa tengah dan Jawa Timur masih normal antara 800-1.000 penumpang setiap hari. Termasuk juga saat ini, belum menunjukkan lonjakan penumpang yang berarti.