"Semua tamu yang datang dan keluar diperiksa secara ketat dan dijaga oleh petugas TNI-Polri. Santri dan tenaga pengajar yang positif diisolasi di Hotel Crown dan Rumah Sakit Dewi Sartika. Santri yang negatif telah dipisahkan dan rencananya akan dipulangkan secara bertahap agar tidak terkena Covid-19," ujar Muhammad Yusuf.
Diberitakan sebelumnya, terpaparnya 380 santri dan tenaga pengajar di Ponpes Persis 67 Benda berawal dari seorang santri asal Kabupaten Garut. Santri itu mengalami gejala hilangnya indera penciuman.
Kemudian santri melakukan tes swab mandiri dan hasilnya positif. Selanjutnya dilakukan swab massal terhadap 16 orang dan hasilnya lima positif Covid-19.
Dinas kesehatan kemudian melakukan tracing dan swab massal terhadap 832 orang santri dan pengajar. Hasilnya, 374 positif. Jadi total santri dan tenaga pengajar positif Covid-19 di ponpes tersebut 380 orang.
Pada Senin (15/2/2021) soreng, 152 santri dievakuasi menggunakan 21 unit mobil ambulans untuk menjalani isolasi mandiri di Hotel Crown dan RS Dewi Sartika. Mobil ambulans dikawal personel Polresta Tasikmalaya, TNI, dan petugas BPBD Kota Tasikmalaya.
Berdasarkan data dinas kesehatan kota tasikmalaya hingga hari ini, Rabu (17/2/2021), secara akumulatif terdapat 3.913 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. sebanyak 3.065 orang telah sembuh, 779 masih menjalani isolasi, dan 68 meninggal dunia.