Setelah membuat laporan, katanya, Yosef dan tim dari Polsek Jalancagak datang ke rumah almarhumah di Ciseuti. Saat itu, Yosef tidak boleh masuk dan tidak pernah melihat jenazah. Saat tiba di rumah Ciseuti, situasi sudah ramai oleh masyarakat.
"Posisi jenazah di dalam mobil Alphard ditemukan oleh masyarakat bukan oleh Pak Yosef sendiri. Saat datang, Pak Yosef panik. Pak Yosef tidak melihat ada air atau genangan. Tidak terpikir ke sana. Tanggal 19 (Kamis), pak Yosef kembali datang ke TKP, tapi tidak sendirian. tetapi bersama penyidik. Tetapi Yosef tidak masuk ke TKP," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jalancagak Indra Zainal Alim mengatakan, pada Rabu (18/8/2021) pukul 07.30 WIB, diberitahu oleh RT KampunG Ciseuti ada kejadian. Ketua RT memberi kabar telah terjadi perampokan. "Pak RT bilang seperti itu. Kemudian pukul 07.45 Sudah sampai di lokasi," kata Kades Jalancagak diwawanca di kantornya.
Di tempat kejadian perkara (TKP), ujar Indra, sudah banyak warga yang berkumpul tapi sudah ada garis polisi dan ada sejumlah polisi dari Polsek Jalancagak. Tidak ada warga yang berani masuk melewati garis polisi.
Semuanya tidak ada yang berani masuk ke dalam rumah, baik anggota polisi maupun keluarga. Jadi menunggu tim Inafis Polres Subang datang. Sekitar pukul 10.30 WIB, tim Inafis datang dan melakukan identifikasi," ujar Indra.
Ternyata, ditemukan dua jenazah di bagasi mobil Alphard. Kondisi jasad seperti habis dimandikan. "Tidak ada banyak air, tapi yang saya lihat, korban sudah bersih. Tapi bu Tuti masih ada darah di kepalanya. Saya lihat ada satu ember biru di belakang mobil alphard," tutur Kades.