Pembunuhan Bos Plastik di Bandung, Korban dan Pelaku Sempat Berkelahi, Bukti Diteliti di Labkrim

Agus Warsudi
Petugas PMI mengevakuasi jasad korban Sulaeman untuk dibawa ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Penyidikan kasus pembunuhan bos plastik Sulaeman (72) di ruko nomor 75, Jalan H Kurdi, Kelurahan Karasak, Kecamatan Astanaanyar, mengungkap fakta baru. Sebelum tewas dengan 11 luka tusuk, korban Sulaeman (72) sempat berkelahi dengan pelaku Lukman (52).

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang mengatakan, penyidik mendalami alat bukti pakaian pelaku, pisau, dan meminta tes DNA terhadap sisa darah di kuku korban.

Penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung, kata AKBP Adanan, mengajukan permintaan bantuan pemeriksaan DNA sisa darah di kuku korban ke Labkrim Bareskrim Polri. Tujuannya agar membuahkan hasil meyakinkan berdasarkan scientific investigation atau penyidikan secara ilmiah.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan dokter forensik di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung yang memeriksa dan melakukan autopsi terhadap jenazah korban, penyidik membutuhkan hasil tes DNA dari kuku korban. 

"Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Lukman, sempat terjadi perkelahian, antara korban dengan pelaku. Jadi kami ingin mengambil sampel DNA tersangka yang kemungkinan tersisa di kuku korban. Sampel telah kami kirimkan dan saat ini penyidik masih menunggu hasil," kata Kasatreskrim di Makosatreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (4/6/2021).

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pembunuhan Bos Plastik, Tersangka Lukman Utang Ratusan Juta ke Rekan Bisnis

57 tahun lalu

Pembunuhan Bos Plastik di Jalan Kurdi Bandung Diduga Berencana, Ini Kata Polisi

57 tahun lalu

Detik-detik Pelaku Lukman Bunuh Bos Plastik di Jalan Kurdi Astanaanyar Bandung

57 tahun lalu

Ini Motif Pembunuh Bos Plastik di Jalan Kurdi Bandung, Gasak Rp50 Juta untuk Bayar Utang

57 tahun lalu

11 Fakta Bos Plastik Ditemukan Tewas Dalam Ruko di Jalan Kurdi Astanaanyar Bandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal