Emak-emak dengan mebawa poster memprotes adanya islah kasus pelecehan gadis di bawah umur. (Foto: iNews.id/Acep Muslim)
Keprihatinan mereka sangat mendalam karena korban pelecehan merupakan gadis disabilitas. Sehingga warga merasa perlu bergerak untuk mendesak penahanan terhadap pelaku.
"Kami merasa kecewa dengan sikap Kuwu yang menyebutkan telah islah. Lalu kepada siapa islahnya. Apalagi ada empat pelaku yang sampai saat ini bebas jalan-jalan. Kami ingin penegakan hukum," kata perwakilan warga, Yeni Sumarni.