Dari konseling ini, diharapkan para orang tua bisa benar-benar pulih dan tidak ada rasa trauma serta dikuatkan. Ketika penguatan orang tua siswa baik maka akan menularkan kepada anak-anaknya.
“Alhamdulillah dilakukan konseling healing orang tua, supaya obat yang disampaikan (pendampingan) bisa membangun kembali bahagia. Anak-anak pun dapatkan (bahagia),” ujar Umi sapaan Siti Muntamah.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 032 Tilil, Osa menyampaikan kegiatan trauma healing atau pendampingan ini akan berlanjut sampai warga sekolah yang terlibat benar-benar tenang. Sebagai antisipasi, kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pun dihentikan dan diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Kejadian ini sangat menggangu kegiatan belajar mengajar sehingga PTMT dialihkan secara PJJ selama dua pekan. Semoga proses penyembuhan guru, orang tua dan siswa berjalan lancar,” ucap Osa.
Sebagai informasi, Sebanyak 26 siswa dan orang tua hadir mengikuti kegiatan trauma healing dengan antusias. Pemberian healing dibagi menjadi dua tim, yakni bagi orang tua dan siswa yang diberi pendampingan oleh tim Puspaga, Pandawa serta konselor psikologis.
Langkah awal para orang tua diminta untuk mengisi kuesioner yang diberikan oleh tim pendampingan berupa beberapa pertanyaan terkait sikap dan tingkah laku anak setelah kejadian. Lalu dibagi menjadi beberapa tim untuk mendapatkan konsultasi lebih lanjut.
Sementara bagi siswa, penyembuhan melalui bermain yang bisa mengembalikan kebahagiaan. Diawali dengan tepuk semangat dan permainan anak-anak yang bisa mengundang rasa senang dan tawa di lapangan sekolah serta ruang kelas.