Para Dai dan Daiyah di Jawa Barat Diminta Tak Pecah Belah Umat saat Pemilu 2024

Agung Bakti Sarasa
Stafsus Menag Nuruzzaman meminta dai dan daiyah tidak memecah belah umat saat Pemilu 2024. (FOTO: AGUNG BAKTI SARASA)

"Negara demokrasi semua orang boleh memilih partai politik dan memberikan dukungan. Tapi karena Dai yang biasa ceramah kalau memang memilih partai politik atau jadi juru kampanye silahkan gak ada yang ngelarang, tapi tentu menggunakan cara baik," ujar Nuruzzaman.

Agama, tutur dia, sangat suci dan tidak tepat jika dijadikan alat untuk kampanye politik. Para dai diimbau tidak mencoba memanfaatkan agama sebagai kampanye politik di Pemilu 2024.

"Agama jangan jadikan isu elektoral karena agama itu terlalu suci untuk kepentingan politik praktis, jadi kita jaga para Dai atau politisi jangan gunakan agama untuk kampanye," tutur dia.

Kemenag, kata Nuruzzaman, mengharapkan dai yang berpolitik bisa menggunakan cara lain yang tidak menggunakan agama untuk kampanye. Banyak cara lainnya yang bisa digunakan untuk memenangkan kontestasi Pemilu 2024.

"Karena agama milik tuhan, agama ini suci. Kalau kepentingan saya dipilih gunakan cara lain," ucap Nuruzzaman.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BNPT Endus Gerakan Intoleran di Jabar, Mulai Sasar Kalangan SMA di Bandung

57 tahun lalu

Semua Jemaah Calon Haji Dilarang Bawa Jimat, MUI Jabar: Orangnya Bisa ditahan

57 tahun lalu

Polda Jabar Larang Warga Main Layangan Dekat Jalur Kereta Cepat

57 tahun lalu

PLN Jabar Klaim Selamatkan 11 Juta Kwh, Diperoleh dari Pemeliharaan Tanpa Pemadaman

57 tahun lalu

Haul Almarhum Emmeril Kahn Mumtadz, Jabar Zilenial Tebar 10.000 Paket Sembako

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal