"Nah, dari pertemuan ini, goalnya adalah menentukan event apa aja yang masuk dan konsepnya seperti apa," kata Ria kembali.
Ketua Harian Komite Ekraf Majalengka Ginggi Syar Hasyim mengatakan, ada beberapa hal yang jadi acuan sebuah event bisa masuk ke dalam kalender event. Kontinuitas, jelas dia, jadi salah satu syarat event tersebut masuk ke dalam kalender event tahunan.
"Konsistensi dari aktor event itu sendiri, jadi salah satu pertimbangan, misalnya minimal udah tiga kali dihelat. Kalau yang baru satu atau dua kali, biarlah berjalan dulu. Tahun selanjutnya mungkin akan berubah yang masuk kalender event itu," ujar dia.
"Mungkin ada event yang baru pertama kali dilaksanakan, tetapi gagasannya menarik untuk diangkat, bisa masuk ke dalam kalender event, misalnya Festival Edelweis," katanya.
Selain itu, dampak dari sebuah event terhadap masyarakat pun dinilainya memiliki arti penting bagi sebuah event. Sebuah event, jelas dia, sudah selayaknya mampu membawa dampak positif terhadap masyarakat sekitar di tempat event itu digelar.