Bony juga mengatakan, masyarakat seharusnya membaca secara bijak data kasus Covid-19 yang tersaji, agar tidak ada mispersepsi dan salah menyikapi. Menurutnya, ada tiga kemungkinan penyebab dari data yang tersaji.
"Pertama, laju infeksi memang sedang terjadi. Prediksi kami menunjukkan satu bulan ke depan masih akan naik," ungkapnya.
Kedua, efek peningkatan tes masif mengingat saat ini Jabar sedang mengejar target tes PCR 1 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 500.000 sesuai standar WHO.
"Sekarang (tes PCR) mungkin di 88.000 (tes). Makin banyak yang dites, makin banyak temuan positif, makin bagus untuk pelacakan," ucap Bony.
Ketiga, pelimpahan administrasi. Dia menjelaskan, Jabar berpotensi menerima limpahan kasus dari provinsi lain. Artinya, warga tertular di provinsi lain, namun karena ber-KTP Jabar, maka dihitung sebagai kasus warga Jabar.