"Jangan sampai kekecewaan masyarakat memuncak yang berujung mosi tidak percaya kepada pemerintah daerah. Di sinilah P4KBB hadir sebagai sosial kontrol dan penyeimbang, untuk memberikan kritik dan saran ke pemerintah," tegasnya.
Tokoh pendiri KBB yang juga Dewan Penasehat P4KBb, Panji Tirtayasa mengaku sedih melihat kondisi KBB saat ini. Perjuangan KBB yang sudah dimulai sejak tahun 1996 dan akhirnya terwujud di 2007 tidak mudah. Sehingga sangat disayangkan ketika sudah berdiri namun justru banyak persoalan hukum yang menjeratnya.
Kesalahan itu bukan hanya semata-mata di eksekutif, legislatif juga punya peran karena pengawasan yang dilakukan tidak maksimal. Pemerintah harus membaca apa yang diinginkan masyarakat. Rumuskan pembangunan berdasarkan permasalahan dan kebutuhan. Sebab dirinya melihat sejak KBB dimekarkan tidak ada perubahan di wilayah selatan.
"KBB bukan warisan, bukan hadiah, tapi hasil perjuangan rakyat. Makanya ketika ada musibah kami sangat kecewa berat. Jangan sampai kejadian ketiga kalinya bupati KBB ditangkap KPK, itu akan sangat memalukan," ucapnya.
Deklarasi P4KBB ini dihadiri oleh sejumlah tokoh di KBB, seperti Wakil Bupati KBB periode 2008-2013, tokoh akademisi Djamu Kertabudi, Ketua dan Wakil Ketua DPRD KBB, serta Plt Bupati Bandung Barat. Disampaikan pula sejumlah pernyataan sikap dari perwakilan masyarakat di 16 kecamatan kepada Pemda KBB.