"Sampai saat ini sudah ada enam anak yang mengaku dicabuli. Tapi bisa saja bertambah karena guru TN belum ketemu," katanya.
Selama ini pelaku memang kerap membuka pelajaran tambahan di rumahnya. Para warga tidak menaruh curiga saat rumah pelaku sering banyak anak-anak.
"Iya yang kita tahu kan itu sedang belajar. Tapi ternyata ada maksud tertentu," ucapnya.
Humas Polres Karawang Ipda Kusmayadi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Untuk mencegah kemarahan warga, polisi datang ke desa tersebut dan mencari TN.
"Pelaku Tn menghilang setelah perbuatan cabulnya terbongkar. Orangnya sudah tidak ada di desa tapi kami masih terus mencari keberadaannya," kata Kusmayadi, Kamis (16/5/24).
Sejauh ini belum ada orang tua korban yang datang ke kantor polisi membuat laporan.
"Sampai sekarang belum ada yang membuat laporan, kami masih menunggu," ucapnya.