"Penyekatan ini dilakukan karena dikhawatirkan adanya pergerakan yang akan mudik. Sekarang ditiadakannya mudik mungkin juga berimplikasi ke tempat wisata. Untuk itu, perlu penyekatan yang kita jalani di sini dan ke tempat wisata juga kita lakukan early warning seperti dilakukan rapid antigen dan kita sosialisasi tentang protokol kesehatannya," ujarnya.
Selain mengecek kesiapan prokes, tutur Dedi, Disparbud Jabar juga menggelar tes swab antigen di beberapa destinasi wisata. Sebanyak 37.000 antigen disiapkan dan setengahnya telah digunakan untuk tes pada kegiatan sosialisasi 8-9 Mei 2021 lalu.
Tidak hanya itu, Disparbud Jabar juga melakukan pemasangan masstracing QR code dan pengambilan sampel rapid tes antigen di Kebun Raya Bogor, kawasan wisata Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya, Jatiluhur Water World, Waterboom Jempol Cirebon, Situ Lengkong Panjalu Kabupaten Ciamis, Situ Mustika Kota Banjar, Main Gate Pantai Pangandaran, Wisata Tanjung Duriat Jatigede Kabupaten Sumedang, serta Pantai Tirtamaya Kabupaten Indramayu.
Berdasarkan hasil monitoring tersebut, mayoritas destinasi wisata telah menerapkan prokes ketat dengan menyiapkan tempat cuci tangan, sabun, dan melakukan pengecekan suhu tubuh.
Selain itu, semua pengelola destinasi wisata telah menaati peraturan pemerintah untuk melakukan pembatasan jam operasional serta pembatasan jumlah pengunjung.
"Yang terpenting di tempat-tempat wisata adalah disiplin ketat 3 M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta 3 T yaitu testing, tracing, dan treatment. Selain itu, ada pembatasan pengunjung manakala melebihi kapasitas diatas 50 persen," tutur Kadisparbud Jabar.