Keterangan tersebut, ujar Heri Purnama Tanjung, didapatkan dari petugas medis yang melakukan autopsi terhadap jasad korban Paryanto. Korban masih sempat bertahan beberapa waktu sebelum akhirnya meninggal dunia di dalam timbunan tanah.
Herri menyatakan, saat dievakuasi dari lubang yang dibuat pelaku, hanya jasad korban Paryanto yang masih utuh. Mungkin karena baru dikubur selama 2 minggu.
"Tetapi korban yang lain ada yang masih utuh setengah dan ada juga sudah jadi tengkorak. Saya pikir pelaku ini sangat sadis dalam melakukan pembunuhan ini," ujar dia.
Setelah jenazah korban selesai diautopsi pada Senin (3/4/2023), lanjut Heri, pihak keluarga dari Sukabumi langsung menjemput ke Banjarnegara membawa jenazah tersebut ke Sukabumi.
Tiba pada Selasa (4/4/2023) sekira pukul 08.00 WIB pagi, korban langsung dimakamkan di Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
"Tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB jenazah sudah dimakamkan di TPU Selamanjah, Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi," tutur Heri Purnama Tanjung.