Suparto mengemukakan, setelah informasi itu terkonfirmasi, pihaknya menghubungi pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pontianak untuk berkoordinasi terkait kejadian ini.
Kronologi kejadian lepasnya dua ekor harimau itu, ujar Suparto, belum diketahui. Yang pasti, jajaran untuk memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk waspada dan berhati-hati, tapi tetap tenang dan tidak panik. "Kami sudah meminta pihak Sinka Zoo untuk sementara waktu tutup," ujarnya.
Upaya pencarian, petugas masih mengalami kendala. Pasalnya, di malam hari petugas pencari akan mengalami kesulitan dalam menemukan harimau tersebut. Hewan buas ini justru lebih aktif dan gesit di malam hari.
Pihaknya menyarankan kepada para petugas pencarian untuk menghentikan pencarian di malam hari. Petugas diminta memantau pergerakannya saja karena sangat berbahaya.
Dalam proses pencarian, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk membantu mencari harimau tersebut.