Cecep mengemukakan, sebagai partai penguasa di Kabupaten Bandung selama puluhan tahun, kondisi Partai Golkar kini sudah berbeda. Pasalnya sejumlah kader terbaik, termasuk para pengikutnya memilih meninggalkan Partai Golkar.
Seperti yang dilakukan salah satu kader terbaik Partai Golkar yang juga Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung. Dengan kondisi tersebut, gerbong SPSI ke depan tak bisa lagi diharapkan setia kepada Partai Golkar Kabupaten Bandung.
"Saya semakin khawatir. Saya sendiri sebagai koordinator konstituen Partai Golkar pesimis. Apakah masih bisa mempertahankan suara yang ada atau sebaliknya," ujarnya.
Cecep berharap, para pengurus Partai Golkar Kabupaten Bandung bisa bersikap lebih dewasa dalam menyikapi sebuah perbedaan, khususnya dalam pandangan politik agar tak ada lagi kader yang terusir dari rumahnya sendiri.
"Mari bersama-sama solidkan kembali Partai Golkar di Kabupaten Bandung, sehingga Partai Golkar tetap menjadi partai besar di Kabupaten Bandung. Manfaatkan kader terbaik yang sampai saat ini masih setia," tutur Cecep.
Diketahui, Musda X Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Kabupaten Bandung digelar di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (20/2/2021) lalu.
Musda X DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung menetapkan Sugianto sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung terpilih menggantikan Dadang Naser yang juga mantan Bupati Kabupaten Bandung.