MUI Kota Cimahi Nilai Rencana Kenaikan Biaya Haji Tidak Tepat, Bakal Bebani Calhaj

Adi Haryanto
MUI Kota Cimahi menilai rencana kenaikan biaya haji tidak tepat dan membebani masyarakat. (FOTO: Freepict)

CIMAHI, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi menilai rencana kenaikan biaya ibadah haji yang diusulkan Kementerian Agama (Kemenag) menjadi Rp69 juta tidak tepat. Kenaikan biaya haji akan membebani masyarakat, terutama calon haji (calhaj). 

Sebab, kenaikan biaya haji itu hampir dua kali lipat dari biaya haji yang diberlakukan pemerintah saat ini. 

"Wacana kenaikan biaya ibadah haji itu membuat masyarakat galau. Bisa jadi bakal menurunkan minat untuk pergi haji karena biayanya menjadi mahal," kata Ketua MUI Kota Cimahi Alan Nur Ridwan, Jumat (27/1/2023).

Alan Nur Ridwan menyatakan, masyarakat yang berniat daftar haji pasti akan berpikir ulang ketika biayanya menjadi Rp69 juta per orang. Termasuk juga akan membuat bingung khususnya para kelompok bimbingan jamaah haji dan umrah. 

Mereka menyuarakan aspirasi agar wacana tersebut dibatalkan atau ditunda. Mereka yang sudah mengumpulkan uang dengan acuan biaya haji yang lama pasti akan bingung mencari dana tambahannya. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BPKH Jelaskan Alasan Biaya Haji 2023 yang Ditanggung Jemaah Naik Jadi 70 Persen

57 tahun lalu

Biaya Haji Diusulkan Naik Rp69 Juta, Wapres Harap Ada Besaran yang Rasional

57 tahun lalu

Tanggapi Usulan Kenaikan Biaya Haji 2023, Wapres: Supaya Subsidi Berikutnya Tak Terganggu

57 tahun lalu

Biaya Haji Diusulkan Naik Jadi Rp69 Juta, Kemenag: Tak Ada Niat Memberatkan

57 tahun lalu

Biaya Haji Diusulkan Rp69 Juta, Ini Setoran Awal Calon Jemaah untuk Dapat Kursi Keberangkatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal