Namun alamat itu ternyata palsu. Dua orang yang mengaku Imam Mahdi dan Ratu Adil dalam video yang viral pada Rabu (30/11/2022) itu, belum terdeteksi keberadaannya. "Belum (terdeteksi), alamatnya itu palsu. Itu konten provokasi dan menggunakan alamat palsu," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Diberitakan sebelumnya, video yang berisi rekaman perempuan dan pria paruh baya duduk di kursi kayu menyatakan diri sebagai Imam Mahdi dan Ratu Adil. Dengan kalimat yang tidak tertata, pasutri itu mengeklaim mampu meredam seluruh bencana di muka bumi.
"Ini Imam Mahdi yang sanggup seluruh mengamankan, seluruh bencana, dan segalanya. Kalau mencari Imam Mahdi sudah tiba. Ada di Kuta Tandingan Karawang. Sekian, terima kasih. Kami Sukarno-Hatta kembali lagi akan jadi raja di akhir zaman," kata pria yang mengenakan batik cokelat dan peci hitam dalam video itu.
Sementara itu, perempuan yang mengenakan kebaya kuning dan kerudung merah jambu mengaku sebagai Ratu Adil.
"Bahwa yang bernama Ratu Adil, imam mahdi, ratu Sunda, udah ada di Jawa Barat, Kuta Tandingan Karawang. Sekarang mangkanya bencana-bencana mingkin merajalela. Seluruh dunia yang bikin bencana adalah Imam Mahdi, yang bisa mengamankan adalah Imam Mahdi. Semua urusan yang bisa adalah mengamankan Imam Mahdi," kata perempuan itu.