Keterangan beberapa pihak, tutur Dedih, Muhammad Kece pernah merekrut pengikut berjumlah 10 orang. Namun waktu itu juga pengikut M Kece sudah sadar dan kembali membacakan syahadat.
"M Kece atau Kosman bukan seorang ustaz. Kesehariannya meresahkan masyarakat lantaran lontaran yang diucapkan menyimpang dari ajaran agama," tutur Dedih.
Sementara Kepala Desa Limusgede Asep mengatakan, M Kace atau Kosman sudah lama pindah domisili. Namun keluarganya masih ada di Kabupaten Pangandaran.
"Asumsi masyarakat Kosman jadi misionaris karena pernah membagikan mie instan dengan misi tertentu dan akhirnya membuat kegaduhan di kalangan masyarakat," kata Asep.
Sejak dulu dia kerap mengutarakan pandangan yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam, tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukannya sekarang di kanal Youtube miliknya.