"Selama bersama para pelaku, korban tidak berani menoleh atau memperhatikan. Mungkin korban panik, takut dan secara mental kena (tertekan). Selain itu, para pelaku menutupi wajah mereka dengan masker dan mengenakan topi," ujar AKBP Abdul Rahman.
Kasatreskrim menuturkan, korban menceritakan di dalam mobil terdapat sejumlah botol minuman keras (miras). Para pelaku juga bau alkohol dan diduga dalam kondisi mabuk. Korban memperkirakan pelaku berjumlah satu sampai 6 orang.
"Korban merasa mengenal satu dari enam pelaku tersebut dari suaranya. Korban mengenal suara dari salah satu pelaku. Tapi korban belum memastikan itu siapa. Saat ini, kami mengejar para pelaku," tutur Kasatreskrim.
AKBP Abdul Rahman mengatakan, penyidik tidak mendapatkan keterangan terkait kekerasan fisik dan seksual terhadap korban. Tadi malam saat dimintai keterangan, tidak terlihat tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Namun bisa saja ada ancaman verbal sehingga korban ketakutan dan trauma.
Untuk mengungkap kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, antara lain, tiga anak korban, suami, teman-teman arisan, tetangga dan tukang ojek.