Sementara istrinya lalu membawa Rusmana yang terluka menggunakan motor sambil berteriak meminta tolong. "Saya kebetulan saat itu sedang piket ronda, meihat korban terluka dibonceng oleh istrinya sambil teriak-teriak minta tolong. Korban yang berlumuran darah langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Acep.
Acep belum bisa memastikan motif di balik penganiayaan yang dialami Rusmana tersebut. Sebab berdasarkan pengakuan korban dan istrinya, mereka tidak mengenal pelaku. Hanya pelaku sepertinya tidak berniat merampok, karena motor dan barang-barang milik korban tidak ada yang dibawa.
"Pelaku sempat bilang kalau dia tidak butuh barang-barang korban. Dia hanya bilang punya dendam sama korban, tanpa merinci dendam yang dimaksud," tutur Acep.
Saat ini untuk membantu korban yang mendapatkan tujuh jahitan di kepala dan di tangan, pihaknya mencoba mencari bantuan ke berbagai pihak. Bahkan membuka donasi bagi siapapun, agar bisa terkumpul uang untuk menutup biaya rumah sakit karena secara ekonomi korban merupakan keluarga kurang mampu.
"Saya sudah berupaya mencari bantuan ke sejumlah pihak, tapi belum berhasil. Sementara istri korban ingin agar suaminya cepet pulang," ucapnya.