Miris, demi Bersekolah Siswa di Garut Harus Tantang Maut Seberangi Sungai Cirompang

Ii Solihin
Siswa SMP di Garut selatan harus menyeberangi sungai berarus deras saat pergi dan pulang sekolah. (Foto: iNews.id/Ii Solihin)

GARUT, iNews.id - Siswa sekolah menengah pertama (SMP) di kawasan selatan Kabupaten Garut, terpaksa harus menantang maut untuk pergi dan pulang sekolah. Mereka terpaksa menyeberangi Sungai Cirompang lantaran jembatan yang selama ini digunakannya terputus akibat banjir bandang pada pekan lalu.

Jembatan tersebut sampai saat ini belum juga diperbaiki, sehingga siswa di Kampung Wangun, Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang,  harus menantang maut setiap hari demi bisa belajar di sekolah.

Bentangan sungai yang mereka susuri lumayan lebar sekitar 100 meter. Arus Sungai Cirompang juga terbilang cukup deras. Tapi tidak ada pilihan lain bagi mereka kecuali menempuh cara itu agar sampai ke sekolah yang lokasinya di Desa Jagabaya, Kecamatan Mekarmukti.

Sebelum menyeberang, siswa terlebih dahulu harus membuka sepatu agar tidak basah. Mereka sangat berhati-hati ketika menyusuri sungai itu karena dengan kondisi air yang deras dan pijakan licin bisa membuat mereka terpeleset.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Warga dan Bidan Desa Evakuasi Ibu Hamil dengan Tandu akibat Jembatan Putus di Garut

57 tahun lalu

Jembatan Gantung Putus di Sukabumi, 4 Warga Jatuh ke Sungai

57 tahun lalu

Jembatan di Bungkal Ponorogo Putus Diterjang Banjir, 2 Pemotor Jatuh ke Sungai

57 tahun lalu

Derita Warga di Aceh Tamiang, Ambil Bantuan Bayar Rp20.000 Imbas Jembatan Putus

57 tahun lalu

Dramatis Evakuasi 36 Warga Cidadap Sukabumi usai 3 Hari Terjebak Banjir Bandang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal