Tidak kalah penting, tutur Kajati Jabar, adalah memikirkan nasib anak-anak yang terkena dampak atau menjadi korban kejahatan asusila. "Kolaborasi menentukan sebuah kesepakatan dan komitmen bersama bagaimana memikirkan masa depan anak-anak ini termasuk pendidikannya," tutur Kajati Jabar.
Sedangkan Bupati sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, Rumah Aman Simpati Adhyaksa ini diharapkan menjadi pusat rehabilitasi baik anak yang menjadi korban kekerasan maupun anak yang mereka lahirkan. "Di sini mereka diharapkan akan mendapatkan rasa aman, nyaman juga bahagia," kata Bupati sumedang.
Di rumah aman ini, ujar Dony, selain ada fungsi edukasi, juga rekreasi, dan trauma healing. Tujuannya agar anak-anak bisa dilindungi dan dipulihkan kepercayaan diri mereka.
"Acara hari ini merupakan sebuah ikhtiar kita bersama untuk menjaga anak-anak kita agar lebih baik ke depannya, lebih produktif untuk memajukan bangsa dan negara," ujar Dony Ahmad Munir.
Selain Menteri PPPA, hadir pula Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Asep N Mulyana beserta Ketua IAD Wilayah Jawa Barat Sri Asep N Mulyana, Asintel Kejati Jabar Sugeng Hariadi, Aspidum Kejati Jabar IDG Wirajana, Kajari Sumedang Nurmayani, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dan Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto.