4. Marapu
Marapu adalah agama asli sebagian besar masyarakat Sumba. Pengikut Marapu percaya bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Setelah akhir zaman, mereka akan hidup kekal di surga Marapu yang dikenal dengan Prai Marapu.
Keyakinan Marapu berinti pada terjaganya keseimbangan tata kehidupan alam semesta. Dengan keseimbangan alam maka dipercaya mendatangkan keselamatan. Keselamatan akan mendatangkan kebahagiaan.
Untuk berkomunikasi dengan arwah leluhur, masyarakat di Kampung Adat Prai Yawang, Desa Rindi mempunyai salah satu rumah khusus yang disebut uma diawa. Rumah ini tidak dihuni oleh pengikut Marapu, melainkan dipercaya sebagai tempat istirahat arwah.
Pengikut Marapu juga mempunyai simbol kepercayaan terhadap hewan. Misalnya, kerbau yang melambangkan keberanian, sementara kuda sebagai simbol tidak boleh sombong.
5. Kejawen
Kejawen adalah kepercayaan suku Jawa. Dari naskah-naskah kuno Kejawen, dipahami bahwa Kejawen lebih dari seni, budaya, tradisi, ritual, sikap, serta filosofi orang Jawa. Hal tersebut tidak lepas dari spiritualitas orang Jawa.
Kejawen muncul sebagai bentuk proses perpaduan dari beberapa paham atau aliran agama pendatang dan kepercayaan asli masyarakat Jawa. Seperti diketahui, sebelum agama-agama masuk ke Pulau Jawa, kepercayaan yang dianut oleh orang Jawa adalah animisme dan dinamisme.
Sejak dulu, orang Jawa memang dikenal mengakui keesaan Tuhan. Pengikut Kejawen tetap melaksanakan adat serta budaya Kejawen yang tidak bertentangan dengan agama yang dianutnya.