"Ini sangat disayangkan, sudah tiga hari, ratusan hingga ribuan jiwa di (Kecamatan) Tempuran belum ada perhatian pemerintah kabupaten," tutur Kades Jayanegara.
Sementara itu, Pemkab Karawang mengklaim telah memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir. Bantuan itu berupa makanan, selimut, perlengkapan kebersihan, dan perlengkapan bayi.
Sekda Karawang Acep Jamhuri mengatakan, makanan, selimut, perlengkapan kebersihan, dan perlengkapan bayi itu sudah dipasang di tenda pengungsi.
Banjir di Karawang yang sudah terjadi selama tiga hari di Karawang, dipicu akibat tingginya curah hujan yang memicu meluapnya sejumlah sungai di wilayah Karawang.
Hasil asesmen BPBD Karawang, pada 26 sampai 28 Februari 2023, banjir di wilayah Karawang melanda 66 desa yang tersebar di 20 kecamatan.
Bencana banjir itu, akibat meluapnya Sungai Citarum yang dipicu cuaca ekstrem sepekan terakhir, ditandai dengan hujan deras dari pagi hingga sore.