Aspek prediksi populasi hampir serupa konsepnya dengan cahaya malam, tetapi data yang digunakan adalah populasi penduduk. Hal ini digunakan untuk melihat populasi penduduk tahun 2030 dan lokasi yang memiliki populasi penduduk tinggi pada saat itu.
Dalam paper tersebut mereka membutuhkan 12 jenis data yang berbeda dengan software open sources, seperti Google Earth Engine dan QGIS. Rangkaian kompetisi tersebut mereka lalui sejak awal Maret dan puncaknya pada Minggu (4/6/2022) lalu.
“Dua hari setelah final, kami berdua harus ganti bergelut dengan sidang S2. Selain itu, banyak kegiatan yang berbarengan dengan lomba ini, seperti riset-riset lain dan kegiatan akademik,” ucap Tania menyebutkan kendala yang dihadapi. Namun, padatnya jadwal kegiatan tersebut tidak menyulitkan Tania dan Kalingga karena sudah berulang kali mengikuti lomba serupa dan tergabung dalam satu tim yang sama.
Kalingga berpesan agar mahasiswa bisa mencoba untuk mengaitkan keilmuan jurusan yang satu dengan lainnya. Kolaborasi multidisiplin dapat menciptakan hasil yang lebih matang daripada hanya ditinjau dengan satu keilmuan saja.
Tania mengamini pesan Kalingga tersebut. “Benar, kolaborasi itu sangat penting di era sekarang. Buktinya, Teknik Geodesi dan Geomatika bisa merambah ke bidang ekonomi, sama halnya dengan keilmuan lain.