Mahasiswa Difabel Ini Diterima Prodi Elektro Unpad, Bermimpi Ciptakan Mobil Terbang

Arif Budianto
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran (Unpad) Ramadhan Nugraha (21). (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Keterbatasan tak membuat cita-cita seseorang harus terhambat, apalagi hanya berpangku tangan mengharapkan kebaikan orang lain. Selama keterbatasan itu menjadi tekad, justru bisa menjadi pemacu semangat untuk mencapai cita-cita. 

Seperti halnya salah seorang mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran (Unpad) Ramadhan Nugraha (21). Kendati memiliki keterbatasan fisik, dia memiliki mimpi besar untuk menciptakan alat yang mampu membantu penyandang disabilitas. 

Sebagaimana dikutip dari Kanal Media Unpad, Dhani, sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa penyandang tuna rungu. Kesukaannya pada ilmu fisika berhasil membawanya lolos menjadi mahasiswa Teknik Elektro Unpad pada 2020 silam. Hal ini tidak lepas dari dukungan orang tua dan arahan guru waktu SMA-nya yang menyarankan untuk mengambil program studi tersebut. 

“Waktu SMA tidak semua pelajaran saya bisa. Ada beberapa yang hasilnya bagus. Saya konsultasi sama guru. Ternyata guru kasih tahu kalau saya bisa mengambil fisika atau elektro. Saya pilih Teknik Elektro Unpad dan alhamdulillah keterima,” kata Dhani yang diterjemahkan ibunya Winni Agustiani saat diwawancarai Kanal Media Unpad. 

Bagi Dhani, fisika merupakan ilmu yang mudah dipahami. Dia juga menaruh ketertarikan pada robotika. Menginjak masa kuliah, aktivitas penelitian merupakan aktivitas yang paling disukainya. Karena itu, tidak heran jika mimpinya adalah ingin menjadi penemu dan menciptakan alat berguna bagi banyak orang, khususnya bagi penyandang disabilitas. 

“Dari kecil saya ingin sekali membuat mobil terbang hingga mengembangkan pembangkit listrik dari energi berbeda dengan yang ada saat ini. Intinya ingin membuat yang dibutuhkan orang di masa depan,” tuturnya. 

Kendati berhasil diterima di Prodi Teknik Elektro, Dhani sempat khawatir bagaimana menjalin komunikasi dengan dosen maupun teman-temannya. Keterbatasan pendengaran dan wicara menjadi penghambatnya kala itu. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keren, Mahasiswi UNY Ini Lulus Cumlaude Tanpa Skripsi, Begini Kisahnya

57 tahun lalu

Mahasiswi Unpad Nyaris Dirampok di Jatinangor, Kaki Dilindas Motor Pelaku

57 tahun lalu

PT WOOK dan USU Kerja Sama, Beri Beasiswa untuk Mahasiswa Berprestasi

57 tahun lalu

Penahanan Dokter PPDS Priguna Anugerah Tersangka Pemerkosaan Pasien Diperpanjang

57 tahun lalu

Polisi Perberat Ancaman Hukuman Dokter PPDS Jadi 17 Tahun Penjara, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal