M Farhan: 279 Juta Peserta BPJS Bocor, Waspada Sindikat Vaksin Covid-19 dan Produk Farmasi

Agus Warsudi
Sebanyak 279 juta data peserta BPJS Kesehatan bocor di dunia maya. Anggota Komisi 1 DPR dari Fraksi NasDem Muhammad Farhan mengingatkan akan kejahatan sindikat vaksin dan farmasi. (foto: ist)

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron mengatakan, peretasan masih bisa ditembus meskipun sistem keamanan yang digunakan telah sesuai standar dan berlapis.

"Walaupun BJPS kesehatan telah menerapkan sistem keamanan sesuai standar yang berlaku, namun masih dimungkinkan terjadinya peretasan, mengingat sangat dinamisnya dunia peretasan," kata Ali dalam konferensi pers Selasa (25/5/2021). 

Ali mengemukakan, BPJS Kesehatan sebenarnya telah menggunakan sistem keamanan berstandar ISO 27001 dan sudah tersertifikasi. BPJS Kesehatan juga mengklaim telah menjalankan Security Operation Center (SOC) yang bekerja selama 24 jam dalam 7 hari untuk mengamati hal-hal yang mencurigakan. 

Kemungkinan peretasan yang berujung kepada kebocoran data itu tetap ada. BPJS Kesehatan saat ini sedang investigasi dan penelusuran jejak digital terkait dugaan tersebut.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Data 279 Juta Peserta BPJS Bocor, Simak Fakta- faktanya

57 tahun lalu

279 Juta Data WNI Diduga Bocor, Kemenhan Ikut Dalami

57 tahun lalu

Bareskrim Libatkan BSSN Usut Dugaan Kebocoran Data 279 Juta WNI 

57 tahun lalu

Kebocoran Data 279 Juta WNI di BPJS Kesehatan Bisa Berujung Pidana

57 tahun lalu

Bareskrim Periksa Pejabat BPJS Kesehatan Usut Kebocoran Data 279 Juta WNI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal