"Dengan adanya inovasi ini semakin menguatkan peran Unpad sebagai lembaga pendidikan yang terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi pandemi," katanya.
Ira juga mengatakan, Si CePAD berbeda dengan alat deteksi cepat konvensional yang mendeteksi molekul antibodi. Si CePAD mendeteksi molekul antigen, sehingga dapat lebih cepat mengidentifikasikan keberadaan virus pada tubuh tanpa harus menunggu pembentukan antibodi.
"Si CePAD merupakan inovasi anak negeri dengan akurasi 84 persen melebihi standar WHO. Selain tingkat akurasi yang tinggi, secara harga pun jauh lebih murah dibanding dengan alat PCR import yang saat ini digunakan. Harga eceran Si CePAD Rp120.000," katanya.
Dia menambahkan, selain turut mengampanyekan Si CePAD, dalam kesempatan itu IKA Unpad juga meluncurkan kartu tematik hasil kerja sama dengan Bank Mandiri. Menurutnya, kartu tanda anggota (KTA) bagi para alumni Unpad itu layaknya kartu e-money lainnya, namun disertai kelebihan seperti fasilitas diskon.
"KTA ini sama dengan e-money lainnya, namun ada kelebihan seperti diskon hingga 10 persen bagi alumni yang hendak melakukan rapid test antigen," katanya.