"Ini 100 persen kejadiannya di luar Jawa Barat. Jadi, tidak ada kejadian di Jawa Barat, tapi korban-korbannya ber-KTP Jawa Barat. Oleh karena itu, negara dalam kesempatan ini menunjukan kehadirannya baik secara lahir, moril, materil, hingga psikologis maupun klinisnya," kata Ridwan Kamil.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyatakan, Pemprov Jabar akan berupaya keras memerangi sumber-sumber kebencian yang menjadi pemicu aksi terorisme.
Jika sumber kebencian yang datang dari persoalan ekonomi, kata Kang Emil, pihaknya akan memperbanyak program ekonomi. Namun, jika bukan menyangkut persoalan ekonomi, maka pihaknya akan mengedepankan dialog yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Jabar.
"Sehingga, Jabar ini harus juara lahir batin, tidak ada lagi kebencian-kebencian yang menjadi benih-benih dari kekerasan dan terorisme. Mudah-mudahan jadi percontohan juga. Mudah-mudahan ke depan, kami fokus kepada ekonomi, kesejahteraan, kondusivitas, kurangi pertengkaran dan itulah wajah masa depan yang ingin kita banggakan," kata Kang Emil.