Lokatmala Nite, Gerakan Kebudayaan dan Ekspresi Pemenuhan Ruang Batin Publik Cianjur

Agus Warsudi
Wina Rezky Agustina, pendiri Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia atau Lokatmala Foundation. (FOTO: ISTIMEWA)

“Lokatmala artinya adalah bunga namun langka, yakni, bunga Edelweiss yang hanya ada di puncak gunung-gunung tinggi. Tak ada Eledweis yang tumbuh di dataran rendah. Kalaupun ada,  pasti itu Edelweis plastik atau Edelwies yang dikeringkan,” tutur Wina.

Edelweis, sebut Wina, sering dimaknai sebagai ketenaran, ketenangan, mulia, dan abadi. Namun bila tulisannya dipisah menjadi Lokat dan Mala mengandung arti membersihkan segala sesuatu yang tidak baik. Lokat dalam bahasa Sunda berarti membersihkan dan Mala memiliki arti bencana dan wabah. "Jadi Lokat Mala memiliki arti secara harfiah yakni membersihkan diri dari bencana, wabah atau hal-hal yang tidak baik atau buruk," ucapnya.

Wina menyatakan, lirik atau rumpaka tembang Sunda Cianjuran atau mamaos berjudul Lokat Mala karya Bakang Abubakar yang diciptakan pada 1980, menceritakan tentang keindahan alam Gunung Gede Pangrango.

Wina Rezky Agustina, membawakan tembang Lokat Mala di sela-sela pidatonya, sambil diiringi musik kecapi khas Cianjuran. (FOTO: ISTIMEWA)

"Tembang ini, menginspirasi betapa romantika dan refleksi kehidupan penuh kesadaran, pemenuhan ruang batin, sekaligus ekspresi bagi upaya pemaknaan diri. Itu lah jalan kebudayaan yang senantiasa diperjuangkan oleh Lokatmala Foundation, hari ini juga nanti,” ujar Wina yang dalam pidatonya iringan musik secara live.

Tembang Lokat Mala, tutur Wina, telah menginspirasi dan membangun gairah bagi pertumbuhan dan perjumpaaan kebudayaan bagi dirinya selaku salah satu pendiri Lokatmala Foundation.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dinilai Lalai, Sopir Truk Kecelakaan Maut Tewaskan 5 Orang di Cianjur Jadi Tersangka

57 tahun lalu

Kakek Cabul di Karang Tengah Cianjur Ditangkap, Diduga Lecehkan Balita Tetangganya

57 tahun lalu

Gadis Cantik asal Cianjur Ini Hilang Usai Dibawa Lelaki yang Baru Dikenalnya

57 tahun lalu

Miris, Siswa SDN Sukagalih Cianjur Belajar di Bawah Pohon karena Tak Punya Kelas

57 tahun lalu

Innalillahi, Jasad Nelayan Tenggelam di Waduk Cirata Cianjur Ditemukan Mengambang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal