Lembang KBB Jadi Incaran Pengusaha untuk Wisata Baru, Lingkungan Terancam

Adi Haryanto
Banyak bermunculannya objek wisata baru di kawasan Cikole Lembang dikhawatirkan berdampak buruk kepada lingkungan di sekitarnya terutama saat hujan deras turun. (Foto: iNews.id/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Objek wisata baru banyak bermunculan di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), khususnya di kawasan milik Perhutani. Hal Pasalnya, wilayah bandung utara menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu senggangnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), KBB, Heri Partomo mengakui, banyak pemilik modal yang membuka tempat usaha baru di wilayah Parongpong, Cisarua, dan Lembang. Faktor udara yang sejuk dan pemandangan yang masih asri jadi pertimbangan banyak wisata baru yang muncul.

"Kawasan Lembang sudah dikenal menjadi surganya wisata. Makanya dari total sekitar 200 objek wisata di KBB hampir 70 persennya berada di daerah Lembang," ucapnya, Jumat (26/8/2022).

Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19, rata-rata 1-2 objek wisata baru muncul di wilayah Bandung Utara. Hanya karena kondisi ekonomi belum pulih seratus persen, investasi di tempat wisata sempat sedikit menurun. 

Banyaknya objek wisata baru yang bermunculan itu juga membuat pihaknya tidak mengetahui persis, terutama yang di wilayah Perhutani. Sebab pendiriannya tidak melibatkan pemerintah daerah. Seperti yang banyak bermunculan di sepanjang Cikole, Lembang.

"Terkadang pemerintah daerah tidak tahu ada berdiri objek wisata di lahan Perhutani. Tahu-tahu sudah berdiri saja, karena memang pendirian objek wisata di lahan Perhutani tidak melibatkan daerah," tuturnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Event Seni Budaya Bakal Rutin Digelar di Situ Ciburuy untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan

57 tahun lalu

Rekomendasi Wisata Alam di Lereng Bukit Barisan Tapanuli Selatan, Serasa di Eropa

57 tahun lalu

Ridwan Kamil Akan Bangun Museum Waduk Jatigede, Bakal Ada Kujang Ratusan Tahun

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Borong Semua Burung Kuntul dari Pedagang, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Harimau di Pasaman Adang Eksavator, Dedi Mulyadi: Bukti Lingkungan Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal