Kepala Pelaksanaan (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Imran Wardhani mengatakan, menerjunkan tim untuk melakukan pencarian sejauh 8 kilometer arah timur dan barat dari lokasi kejadian hingga hari ketujuh, pencarian korban masih nihil belum menemukan hasil.
"Kendalanya di lapangan yang pertama memang sampai 20 kemarin (Jumat 20/5/2022) itu, gelombang tinggi, sesuai prediksi BMKG yang sudah mengeluarkan peringatan dini sebelumnya. Kemudian itu kan muara, pertemuan antara air sungai dan air laut jadi cukup besar gelombangnya, beda dengan karakteristik di Pelabuhanratu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Selasa (24/5/2022).
Irman Wardhani menyatakan, langkah sama juga dilakukan oleh Pos Basarnas Kabupaten Sukabumi yang secara resmi menghentikan pencarian Mardi (58), pemancing yang terseret arus Sungai Cimaja, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (16/5/2022) sekitar pukul 21.00 WIB.
"Penghentian pencarian pemancing sidat asal Kampung Gombong, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, ini sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang melakukan operasi pencarian selama 7 hari namun pencarian masih nihil maka setelah itu pencarian dihentikan," kata Koordinator Pos Basarnas Kabupaten Sukabumi Suryo Adianto.
Suryo menyatakan, operasi pencarian akan dibuka kembali apabila ada informasi atau tanda-tanda keberadaan korban. Diketahui, saat kejadian, korban sedang memancing bersama dua rekannya di Sungai Cimaja. Tiba-tiba ,datang banjir bandang yang mengakibatkan korban terseret arus sungai dan belum ditemukan hingga kini.