Ia menuturkan temuan kasus positif Covid-19 di kampung itu berawal dari adanya warga yang kehilangan penciuman pada Jumat (11/6/2021). Petugas kesehatan setempat kemudian melakukan pemeriksaan, Sabtu (12/6/2021).
Dari sebanyak 35 warga yang menjalani pemeriksaan, yang terdeteksi terjangkit wabah Covid-19 sebanyak 26 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, laporan terakhir menjadi 29 orang.
"Ada 26 yang positif. Lalu hari Sabtu kami lakukan pemeriksaan lanjutan, jadi ada yang bertambah tiga orang. Total sekarang ada 29 orang," katanya.
Untuk memutus penularan wabah Covid-19, kata Rahmat, jajarannya akan memberlakukan pembatasan sosial di kampung tersebut selama 14 hari. Selama itu pula, petugas Satgas Covid-19 akan melakukan pengawasan.
Saat ini, tercatat warga yang tinggal di kampung tersebut sebanyak 98 kepala keluarga atau lebih dari 200 jiwa. Mereka diminta untuk bertahan di kampungnya dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penularan.
Rahmat menyampaikan pemerintah akan menyiapkan kebutuhan hidup masyarakat selama diberlakukan pembatasan sosial.
"Itu akan disiapkan oleh pemerintah desa dan kabupaten. Sebab kalau lockdown, kita harus memenuhi kebutuhan hidup pasien karena pergerakan mereka dibatasi," katanya.