Anggota keluarga pasien mengatakan, sudah mendatangi beberapa rumah sakit. Namun pasien tidak bisa ditangani oleh rumah sakit dengan alasan tidak ada stok oksigen untuk pasien non-Covid 19.
"Setelah beberapa jam menunggu dan tidak membuahkan hasil. akhirnya pihak keluarga berinisiatif mencari rumah sakit lain dan berharap pasien keluarganya bisa ditangani dengan baik," kata keluarga pasien.
Hal serupa juga dialami seorang ibu yang hendak mengobati anaknya ke RSUD Ciamis. Dia harus pulang dengan kecewa meski sudah membawa tabung oksigen sendiri. Namun karena stok oksigen terbatas, akhirnya ibu itu terpaksa harus mencari rumah sakit lai yang dapat menangani anaknya.
Direktur RS Dadi Keluarga Ciamis dr Mohammad Iqbal mengatakan, krisis oksigen di rumah sakit di Kabupaten Ciamis, masih terjadi. Kondisi stok oksigen terus menipis.
"Stok oksigen di RS Dadi Keluarga masih bisa untuk melayani pasien Covid-19 hingga beberapa hari ke depan. RS Dadi Keluarga juga masih bisa menerima pasien umum lainnya yang memiliki gejala sesak napas.
"Terkait ada pasien telantar, saya akan mengecek secara langsung kebenarannya. Sebab, untuk pasien yang menggunakan oksigen ada prosedur yang harus ditempuh sebelum dilakukan perawatan," kata Direktur RS Dadi Keluarga.
Sementara itu, Kabag Humas RSUD Ciamis Sahlan Arief mengatakan, sampai saat ini rumah sakit masih kebingungan untuk mencari pasokan oksigen. "Sudah satu pekan terakhir, RSUD Ciamis tidak melayani pasien umum bergejala sesak napas karena stok oksigen terbatas," kata Sahlan Arief.