Materi yang diberikan seringkali tidak mempertimbangkan kemampuan anak untuk menyerap materi yang diberikan. "Akhirnya lama kelamaan anak menjadi jenuh dan sulit diatur untuk belajar," ujarnya.
Meski demikian, tutur Prihatin, rencana menggelar pembelajaran tatap muka dikembalikan lagi kepada pemerintah. Itu opsi yang patut dicoba hanya dengan skema dan sistem yang telah diatur. Mulai dari siswa datang ke sekolah, saat belajar, hingga kembali pulang.
"Kalau siswa SMA mungkin sudah mengerti bagaimana menaati protokol kesehatan. Tetapi untuk murid SD atau PAUD harus lebih ketat, gurunya wajib mengawasi dalam pergaulan di lingkungan sekolah," tutur Prihatin. adi haryanto