Komunitas Peneliti dari Pesantren di Jabar Ciptakan Zat Penghemat BBM

Adi Haryanto
Kapsul yang diklaim bisa menghemat bahan bakar kendaraan. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mendapatkan perhatian dari kalangan peneliti nahdiyin dan komunitas pesantren. Mereka menciptakan zat yang dicampurkan untuk menghemat bahan bakar.

Koordinator Komunitas Peneliti N-HIJAU sekaligus Ketua Lembaga Kesehatan Pengembangan Penerapan Pengobatan Tradisional (LKP3T) Pergunu Jabar Asep Rukmana mengatakan, pemerintah telah memikirkan masak-masak dampak kenaikan BBM. 

Asep Rukmana menyatakan, dukungan seharusnya diberikan kepada pemerintah oleh semua komponen bangsa. Sehingga, efek domino akibat kenaikan BBM diharapkan bisa ditangani pemerintah dan tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang baru sedikit bangkit dari pandemi Covid-19.

"Yang diperlukan sekarang ini adalah bagaimana setelah kenaikan BBM, biaya transportasi pribadi, keluarga, dan pesantren tidak naik," kata Asep Rukmana, Kamis (8/9/2022).

Karena itu, ujar Asep Rukmana, peneliti dari kalangan nahdliyin N-HIJAU punya solusi untuk menghemat BBM. Penelitian ini didukung oleh pondok pesantren di antaranya Pesantren Asy-Syfa Lembang dan  Pesantren Al Jurumiyah Cipatat, di KBB. Kemudian Pesantren Alhikamussalafiyah Sukamantri Sumedang, dan Pesantren An-Nashuha ASHUHA Pabedilan Cirebon.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bantu Petani Lembang KBB, Tim LPPM ITB Ciptakan Lemari Pengering agar Sayuran Awet

57 tahun lalu

Longsor Terjang 2 Desa di Rongga KBB, Belasan Rumah Rusak, Jalan Putus

57 tahun lalu

Nasib dan Gaji Tak Jelas, Tenaga Honorer Pemda KBB Ngadu ke DPRD

57 tahun lalu

KBB dan Bandung Jadi Wilayah Terbanyak Kasus PMK, Kompensasi Peternak Rp10 Juta per Ekor

57 tahun lalu

2 Pencuri Satroni Kontrakan di Padalarang KBB, Gasak Motor Nmax dengan Santai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal