Komisi IX DPR Nilai Kasus Mutilasi Mahasiswa di Jogja Jadi Contoh Perlunya RUU Ketahanan Keluarga

Miftahudin
Netty Prasetiyani, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS menyatakan, RUU Ketahanan Keluarga sangat penting, perlu, dan mendesak. (FOTO: iNews/MIFTAHUDIN)

"Jika ada undang-undang atau regulasi ternyata belum mampu meng-cover apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan warga negara dalam menyelenggarakan pola pengasuhan, ya saya secara pribadi sebagai anggota Komisi IX DPR mendorong mana undang-undang yang perlu direvisi atau bahkan mana undang-undang baru yang memuat norma-norma agar semakin melindungi institusi keluarga," ujar Netty.

Saat ini, tutur dia, institusi keluarga di Indonesia banyak yang digerogoti oleh nilai-nilai destruktif seperti itu. Bicara tentang keluarga, satu, Indonesia baru selesai menjalani pandemi. Dalam situasi pandemi, banyak sekali keluarga yang mengalami kerentanan ekonomi, sosial, kematian orang tua, dan perceraian. Hal-hal ini yang membuat imunitas keluarga melemah atau mengalami sebuah masalah.

Indonesia, tutur Netty, punya undang-undang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. Namun ada baiknya Indonesia juga memperkuat undang-undang yang ada agar terus bisa menyelenggarakan pengasuhan yang benar dan tepat buat anak-anak. Karena, jika yang hari ini mereka berusia 0 sampai 5 tahun, atau berusia 6 sampai 12 tahun di bangku SD, suatu saat mereka yang akan menjadi pelanjut estafet pemimpin bangsa di masa akan datang.

"Jadi tidak ada salahnya jika kemudian mulai melihat lagi seperti apa institusi keluarga yang kita harapkan di masa yang akan datang. Kita sering bicara tentang bonus demografi, tapi kita merasa takut bagaimana memperkuat institusi keluarga. Padahal bonus demografi itu dihuni oleh begitu banyak kelompok usia produksi yang akan menanggung beban kelompok usia non-produktif," tutur Netty.

Saat ini, kata Netty, persentase usia produktif di Indonesia hampir 60 persen dihuni oleh generasi Z atau zillenial. Oleh karena itu, negara harus melakukan sesuatu dengan kebijakan, program, dan tentu dukungan anggaran untuk memperkuat ketahanan keluarga. Sebagai mikrosistem, keluarga harus mampu menyadari bahwa sebetulnya dari keluarga lah kemudian orang bisa berkontribusi besar kepada masyarakat. 

"Saya berharap mudah-mudahan berbagai kasus yang menimpa keluarga kita, baik kekerasan, penindasan, termasuk hubungan sejenis yang berujung pada pembunuhan dan mutilasi, menjadi yang terakhir karena kita semua memiliki kesadaran untuk memperkokoh ketahanan keluarga," ucap Netty Prasetiyani. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Akses Jalan ke Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung Belum Rampung, Ini Respons Erick Thohir

57 tahun lalu

Pakai Uang Suap Ratusan Juta, Rombongan Pejabat Pemkot Bandung Jalan-jalan ke Thailand

57 tahun lalu

Waduh, Persib Nunggak Sewa Stadion Sidolig, Plh Walkot Bandung: Piraku!

57 tahun lalu

Profil Hengki Kurniawan, Aktor Tampan asal Blitar yang Kini Jabat Bupati Bandung Barat

57 tahun lalu

Buka Peluang Usaha, Ganjar Sejati Gelar Pelatihan Sablon bagi Milenial di Bandung 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal