Pangdam menuturkan, walaupun bukan satu-satunya ukuran keberhasilan kinerja organisasi, tetapi kenyataan membuktikan tanpa kehadiran pemimpin, suatu organisasi akan bersifat statis dan cenderung berjalan tanpa arah.
“Untuk itu, jadilah pemimpin yang mengubah objek menjadi subjek. Lakukan pembinaan dan ubah kekurangan menjadi peluang dalam melaksanakan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing,” tutur Pangdam Siliwangi.
Untuk menjadi pemimpin bijak, ucap Mayjen TNI Kunto, bukan hal mudah. Tetapi bisa dilatih dan dikembangkan sehingga tumbuh menjadi seorang pemimpin hakiki. Semua orang dapat menjadi pemimpin.
Namun, untuk pemimpin harus memiliki sifat-sifat, seperti dedikasi tinggi, rela berkorban, dan bisa mengayomi bawahan. Pemimpin juga harus dapat memberikan contoh terbaik bagi anak buah, bukan sekadar memberi perintah.
Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo berharap, para peserta rapim menjadi pemimpin untuk selalu mengayomi dan membimbing prajurit menjadi profesional di bidangnya. "Bangun komunikasi produktif dan bermanfaat," ucap Mayjen TNI Kunto.