KLB Difteri di Garut, Ridwan Kamil: Ada Tokoh Provokasi Masyarakat agar Tidak Imunisasi

Ervan David
Tim survailans memeriksa anak-anak Desa Sukahurip, Pangatikan, Garut. (FOTO: iNews/ERVAN DAVID)

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menyatakan, sangat menyayangkan tindakan oknum tokoh masyarakat yang membuat fatwa melarang vaksin sehingga mengakibatkan sejumlah anak menjadi korban difteri.

"Kami akan berusaha untuk meningkatkan vaksinasi di Kabupaten Garut untuk mencegah kejadian serupa (KLB difteri) di kawasan lain," ujar Kang Emil.

Gubernur Jabar rmenuturkan, penyebab kematian tujuh anak Desa Sukahurip, Pangatikan, Garut terjadi akibat keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang manfaat vaksinasi. Selain itu, masyarakat terprovokasi oleh tokoh agar menolak vaksinasi. 

Berdasarkan hasil penelusuran tim survailens Dinkes Jabar, tutur Gubernur Jabar, tujuh anak yang meninggal di Garut itu tidak divaksin difteri.

"Karena itu, Pemprov Jabar akan melakukan sosialisasi lebih masif kepada masyarakat agar mau divaksinasi. Pemerintah melakukan vaksinasi untuk melindungi nyawa rakyatnya (dari penyakit mematikan)," tutur Gubernur Jabar.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Difteri Bukan hanya Garut tapi Juga 6 Kota-Kabupaten di Jabar

57 tahun lalu

Diduga Terjangkit Difteri, 6 Pasien Baru Dirawat di RSUD dr Slamet Garut

57 tahun lalu

Wabah Difteri di Garut, 72 Orang Kontak Erat dengan Pasien Diperiksa

57 tahun lalu

3 Warga Garut Kembali Terjangkit Difteri, Dirawat Intensif di RSUD dr Slamet

57 tahun lalu

Wabah Difteri di Pangatikan Garut Terjadi Diduga akibat Vaksinasi Rendah 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal