KLB Difteri di Garut, Ridwan Kamil: Ada Tokoh Provokasi Masyarakat agar Tidak Imunisasi

Ervan David
Tim survailans memeriksa anak-anak Desa Sukahurip, Pangatikan, Garut. (FOTO: iNews/ERVAN DAVID)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menduga ada tokoh masyarakat yang memprovokasi masyarakat di Kabupaten Garut agar menolak imunisasi difteri. Akibatnya fatal, belasan anak terjangkit penyakit tersebut dan menjadi kejadian luar biasa (KLB) di Garut.

Dugaan itu diperoleh setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar menerjunkan tim surveilans dan melakukan penelitian epidemiologi ke lokasi kejadian, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Garut.

Diketahui, akibat difteri, tujuh anak usia 6, 8, dan 9 di Desa Sukahurip, Pangatikan, Garut meninggal. Mereka sempat dibawa ke puskesmas tetapi nyawanya tidak tertolong.

Sementara, belasan anak masih dirawat intensif di RSUD dr Slamet Garut. Mereka mengalami gejala difteri, seperti demam, menggigil, batuk, tenggorokan sakit, dan muncul selaput abu-abu di tenggorokan serta amandel.

"Pemprov Jabar menduga ada tokoh setempat yang memprovokasi masyarakat agar tidak melakukan imunisasi," kata Ridwan Kamil.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Difteri Bukan hanya Garut tapi Juga 6 Kota-Kabupaten di Jabar

57 tahun lalu

Diduga Terjangkit Difteri, 6 Pasien Baru Dirawat di RSUD dr Slamet Garut

57 tahun lalu

Wabah Difteri di Garut, 72 Orang Kontak Erat dengan Pasien Diperiksa

57 tahun lalu

3 Warga Garut Kembali Terjangkit Difteri, Dirawat Intensif di RSUD dr Slamet

57 tahun lalu

Wabah Difteri di Pangatikan Garut Terjadi Diduga akibat Vaksinasi Rendah 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal